Rabu, Maret 11, 2009

Cahaya Puisi - Bintang

Kerap lekat gelap yang pekat
Gerakkan hati menekan sunyi.
Tersadar hanya pudar sirna
Di ganjal dalam jiwa tunggal tertinggal.

Alunan puisi pelan membumi.
Dengan jujur, tinggalkan dan melebur.
Terikat mati tapi tetap tak berarti.
Gerimis mengalir menangis dan terus bergulir.

Terang mengekang dari bintang yang merangkang
Gemerlap terbias berharap terlepas.
Dari genggaman mati dengan tikaman.
Meredup memudar tertutup dan menghindar.

Bilamana mataku terbuka, mengaku
"Puisi" dan "Bintang" adalah nyawaku.
Bertepi, menanti di sini...
Kenyataan bodoh yang ku lakukan tak henti.

Pagi menyongsong hari yang kosong.
Bebaskah dari "Bintang Lelah" yang bertopeng.?
Sunyikah dari "Puisi Hampa" yang teralun.?
Cahaya puisi - bintang, hanyalah bayangan.

Rabu, Maret 04, 2009

HP Hilang...

Hm....
Pada tanggal 28 Februari..
Hari yang cukup membuat saya tidak bisa tenang.
Memang pada dasarnya hari itu saya dan The-Ist akan mengadakan acara menginap.
Hari itu juga ada hal yang Zio akan kerjakan yaitu membuat sebuah kado untuk seseorang.
Ya.. Sebenarnya saya ingin mengadakan acara ini di rumah saya, tapi karena satu alasan maka kami mengadakannya di rumah Komu.
Pada awalnya saya bernagkat bersama Zio dengan membawa barang-barang yang berharga saya, yaitu, Dompet, Flashdisk, Dan Handphone..
Ya karena saya ingin berjaga-jaga maka saya menggunakan celana training yang panjang tapi kantongnya itu pendek dan licin. Ya pada waktu itu saya juga membawa kamera teman yang sudah saya pinjam untuk mengabadikannya.
Sesampainya saya dan Zio di rumah Komu, Handphone saya batreinya habis dan ternyata Zio membutuhkan koran untuk membungkus kadonya.
Akhinya dengan pertimbangan itu kami pergi ke rumah saya untuk mengambil semua itu. Ya... Saya yang tujuannya mengambil charger HP kembali denga membawa HP saya itu.
Tanpa terasa, saya sudah sampai di rumah dan mengambil semua yang saya sudah butuhkan. Kemudian kami kembali tapi dengan jalur yang berbeda dari berangkat saya.
Ya mungkin saya tidak memperhatikan kalau Handphone saya sudah tidak ada. Tentunya saya panik dan berkata pada mereka,"Heh.. HP Gua ilang nih..!! Cari dulu ya??"
Tentunya saya dan semuanya kembali. Tetapi sayangnya kami tidak bisa menemukannya.. :c
Akhirnya apa yang saya bisa lakukan?
Semuanya telah terjadi dan tidak akan bisa di temukan lagi... :c
Huh.. Ini sudah yang kedua kalinya saya kehilangan HP setelah saya kehilangan pada kelas 1 yang nyatanya hilang begitu mudahnya..
Saya hanya bisa terdiam dan juga mengikhlaskan semuanya.

Inti Sari Buku..

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit mengenai isi dari buku yang saya baca.
Buku itu berjudul "Mein Kampt" Vol : 2..
Mungkin kalian pernah tahu dan kenal dengan buku ini karena buku ini adalah merupakan buku yang di tulis langsung oleh Adolf Hitler.
Kalian pasti kenal dengan Adolf Hitler kan? Kalau tidak, Kau sangat keterlaluan.. :p
Yah.. Pada buku yang vol: 1 berisi catatan harian dari Hitler dan untuk yang kedua ini berisikan hal hal yang akan di lakukan oleh Hitler untuk Jerman di masa pemerintahannya.
Ya saya hanya akan membahas dan mengutipbeberapa kalimat saja yang menurut saya menarik dan bermanfaat bagi kita sebagai motifasi.. :D

Langsung saja ya..
Dari buku Mein Kampt halaman ke 52 saya mengutip kalimat yang di tulisnya,

"Bahkan, di sekolah, sedih untuk di katakan, bukankah pemberi informasi kecil kadang-kadang lebih di sukai ketimbang teman-teman sekolah yang pendiam?

Bukankah pemberi informasi di anggap sebagai "Keterusterangan" yang sangat berharga, kebijaksanaan sebagai kebandelan yang patut di cela?
Adakah upaya apapun di lakukan untuk menganggap kebijaksanaan sebagai kebajikan yng berharga dan manusiawi?"

Huh.. Begitulah...
Sekarang apa yang kalian pikirkan?
Apakah yang tadi di tuliskan itu benar menurut kalian?
OK saya lanjutkan..

"Di mata sistem pendidikan sekarang, ini adalah sepele. Tetapi hal-hal sepele ini mengakibatkan penderitaan berupa kerugian jutaan untuk membiayai pengadilan, Karena sembilan puluh persen semua fitnah dan tuduhan-tuduhan serupa muncul karena kurangnya kebijaksanaan."


Nah.. Sekarang di jelaskan salah satu contoh dari hal itu..
Dan ini yang terakhir yang saya akan kutip karena ini adalah sebuah penegasan dari semuanya,

"Seorang anak laki-laki yang mengdukan pengkhianatan yang dilakukan rekan seperjuangannya, berarti mengkhianati sebuah mentalitas, dengan tergesa-gesa di ungkapkan dan di besar-besarkan, adalah pengkhianatan yang benar-benar sama kepada negerinya. Anak lelaki semacam ini tidak di anggap sebagai anak yang "baik dan pantas". Tidak, dia adalah seorang anak dengan watak yang tidak menyenangkan. Guru mungkin menganggapnya biasa saja untuk menggunakan keburukan-keburukan macam ini untuk meningkatkan wewenangnya, tetapi dengan cara ini, dia menyemaikan di dalam hati muda ini benih mentalitas yang efeknya di kemudian hari akan menjadi malapetaka. Lebih dari sekali, seorang pemberi informasi kecil telah tumbuh menjadi bajingan besar!!"


Bagaimana?
Sudahkah kalian mengerti apa yang saya maksudkan?
Ingatlah semuanya ya...