Kali ini saya akan memberikan sesuatu puisi yang merupakan hasil karya, Agus Manaji yang cukup berkesan ketika saya baca.
Saya merasakan sesuatu yang tak asing bagi saya..
Baiklah saya akan tulis sekarang.
------------------------------------------------------------
Ku lukis senyummu sebagai warna yang hilang
------------------------------------------------------------
Ku lukis senyummu sebagai warna yang hilang. Keping-keping
rahasia menjangkau dadaku. Akupun berdendang dalam palung
terdalam. Menarikan cinta bergaram sepi dan kecemasan (Dan
sungguh tahu sebatang igaku telah hilang). Sementara kau terus nyalakan
kata membakari dusta. Hingga leleh karat topeng-topeng. Bebungaan
tumbuh mengiringimu. Langkahmu pun menjelma tarian
benderang, lebih dari sekedar rintik hujan. Menepikan kenakalanku. Akulah sepi
Setabah bumi yang dahaga. Kulihat langit merendah mengibar kerudungmu.
Dan ku baca milyaran pagar terentang bagi gunung - gunung angkaku
yang meliar. Hingga kutuntun seutas sungai air mata.
Menempuh ujung kerudungmu. Jazirah dimana cecahnya terbit
memadamkan tawa yang dikirim ocehan radio, internet, televisi
dan lampu-lampu. Dan terus ku lukis senyummu
sebagai warna yang hilang. Sebab sumur-sumur sekarat
di hatiku. Lihatlah, Aku mengerang! Mengerang...
------------------------------------------------------------
Coba kalian baca dan pahami...
Rabu, Maret 11, 2009
Ku lukis Senyummu Sebagai Warna Yang Hilang
Label: Puisi
Cahaya Puisi - Bintang
Kerap lekat gelap yang pekat
Gerakkan hati menekan sunyi.
Tersadar hanya pudar sirna
Di ganjal dalam jiwa tunggal tertinggal.
Alunan puisi pelan membumi.
Dengan jujur, tinggalkan dan melebur.
Terikat mati tapi tetap tak berarti.
Gerimis mengalir menangis dan terus bergulir.
Terang mengekang dari bintang yang merangkang
Gemerlap terbias berharap terlepas.
Dari genggaman mati dengan tikaman.
Meredup memudar tertutup dan menghindar.
Bilamana mataku terbuka, mengaku
"Puisi" dan "Bintang" adalah nyawaku.
Bertepi, menanti di sini...
Kenyataan bodoh yang ku lakukan tak henti.
Pagi menyongsong hari yang kosong.
Bebaskah dari "Bintang Lelah" yang bertopeng.?
Sunyikah dari "Puisi Hampa" yang teralun.?
Cahaya puisi - bintang, hanyalah bayangan.
Label: Puisi
Kamis, Juli 03, 2008
Sambut Hari Baru.
Cahaya emas datang dari timur dan seolah sambut hari dengan senyumnya yang berkilauan.
Titik - titik embun pagi memberikan kesejukan dan kesegaran diatas bunga - bunga semerbak yang bermekaran.
Kicau burung - burung yang merdu seakan mengiringi hari baru dengan keriangannya yang mengalun.
Di saat malam semakin larut dan gelapnya tirai hitampun mulai menutupi, membuat hati ini terasa begitu tenang karena kesunyian malam seolah memberikan suatu pertanda akan adanya hari esok yang begitu indah.
Biarkan terangnya cahaya hati ini menerangi gelap dan hampanya jiwa yang sunyi, kilau cahayanya akan selalu setia menemanimu karena ia bagaikan harta yang tak pernah ternilai harganya dan akan selalu terkenang di dalam lubuk hati yang paling dalam.
Bila hari baru ini datang dan menghampiri, tataplah mentari pagi dan sambutlah cahaya terangnya.
Cobalah untuk melangkah dengan tujuan pasti dan berusahalah untuk gapai mimpi - mimpimu.
Hadapi dan lewati hari - hari dengan senyum terkembang yang berrseri - seri agar makna hidup ini lebih tertanam di dalam hatimu.
Label: Puisi
Sabtu, April 19, 2008
Emotions
Entah yang ada di dalam pikiran ini.
Kadang jiwa ini terasa sangat marah...
Kemudian menjadi perasaan lelah...
Kadang hati ini terasa gembira.
Kemudian menjadi perasaan putus asa.
Sebenarnya raga ingin berontak.....
Memaksa keluar dan bebas bergerak.!
Sebenarnya jiwa ingin berhenti.....
Tetapi perasaan aneh kembali lagi.!
Semua perasaan dalam hati melebur.......
menjadi satu dengan seiring waktu.
Semua emosi dalam jiwa meluap.....
Seiring waktu dengan perubahan sikap.
Entah apa yang ada di dalam tubuh ini.
Jiwa , Raga dan Pikiran....
Semua hanya bisa menunjukkan.
Tetapi tidak dapat menjelaskan.
Kehidupan adalah suatu misteri yang tidak akan pernah di mengerti oleh manusia.
Misteri adalah suatu hal yang kita bahkan tidak mengerti apa maksudnya.
Dan karena misteri - misteri itulah kehidupan kita terasa lebih indah dan menyenangkan.
Label: Puisi
